9 Kebiasaan Baru yang Aku Jalani Setelah Masuk Pondok Baru

Vebrian.com – Pondok baru yang aku masuki kali ini bukanlah pondok biasa. Pendapat itu keluar dari pandangan kacamataku yang tidak pernah mondok sebelumnya, yah paling tidak pernah lah walau cuma ikut puasanan saja di Kudus. Kenapa berbeda? Salah satunya sih orientasi pondok yang lebih berfokus pada Al-Qur’an dan bisnis online.

Hari baru, hidup baru. Pondok baru, ya kebiasaan baru. Berbagai aktivitas yang sebelumnya tidak pernah aku lakukan selama hidup, atau paling tidak jarang maka disini, di pondok baru ini, aktivitas itu mesti aku lakukan. Hidup berjamaah berikut dengan segala peraturan tak tertulisnya memaksa seluruh anggota badanku yang semulanya malas, kini mencoba untuk  bersegera menunaikan kewajiban.

Hey, sungguh sangat sulit membiasakan diri. Namun, dunia kejam jika kita hanya berpangku tangan tanpa melakukan apapun, tanpa melakukan perubahan apapun. Aku datang ke sini, ke tanah Jawa bukan untuk menuruti hawa nafsu untuk selalu berada di zona nyamanku. Mengiyakan kebiasaan buruk nanti menepiskan kebiasaan baik di pondok merupakan perbuatan yang jahat untuk diriku.

1. Shalat Berjamaah 5 Waktu

Cuma saat di pondok saja aku pernah shalat berjamaah 5 waktu tepat waktu dan semoga kewajiban ini akan berlanjut hingga setelah aku wisuda kelak.

Satu tahun sudah cukup mungkin untuk membentuk urat-urat kebiasaan itu mengeras di seluruh tubuhku.

Tidak hanya itu, berkat kebijakan terbaru dari pengelola pesantren masing-masing santri akan mendapat jatah menjadi iman dan muadzin secara bergantian. Setiap hari hingga beberapa bulan mendatang.

Tentu ini jadi tantangan paling keren untukku karena aku yang tak pernah mengimami shalat yang bacaannya jahr sebelumnya. Pernah sih pas waktu di asrama kampus dulu.

2. Tidur Siang Teratur

Wah, ini nih yang aku suka dari pondok ini. Setiap hari menjelang siang tepatnya pukul 11, semua santri wajib tidur siang tanpa kecuali.

Tidak tidur, poin melayang. Masih utak-atik laptop menjelang siang, poin menerpa. Itu kebijakan di sini, kalau di pondok lain? Ada mungkin.

Tidur siang disebut qailullah dan itu sunnah. Menurut literatur yang pernah ku baca, tidur siang memang membantu meningkatkan produktivitas kerja seseorang.

Banyak perusahaan besar di dunia yang mengharuskan karyawannya untuk tidur di siang hari. Bahkan, perusahaan tersebut malah menyediakan ruang tidur khusus yang nyaman bagi karyawannya.

3. Rutin Bikin Artikel

Bukan kebiaasan, tapi ini kewajiban santri Sintesa. Artikel dengan jumlah kata yang fantastis serta ketentuan-ketentuan lain harus diselesaikan minimal satu buah per harinya.

Tak perlu kemampuan menulis yang mumpuni, hampir semua santri di sini bahkan tidak punya keahlian merangkai kata sebelumnya.

Tapi setelah waktu yang berlalu kurang lebih dua bulan lamanya, semua santri tiba-tiba menjadi seorang pujangga (yang pandai merangkai kata).

4. Tidur Malam Teratur

Tidur siang teratur, maka tidur malam pun juga teratur. Tak boleh lewat jam 10 malam dan tepat jam itu lampu aula pondok sudah harus dimatikan.

Tangan-tangan gemulai yang terampil merangkai kalimat di atas laptop harus segera disingkirkan. Kinerja isi kepala semua santri harus istirahat dan tubuh kekar mereka pun sudah harus direbahkan.

Terkecuali malam Minggu, malam yang panjang. Kebijakan membolehkan siapapun untuk begadang. Asalkan shalat Subuh tidak susah dibangunkan dan malah menjadi makmum yang masbuk di belakang.

Aku dan santri yang lain bebas bersenang ria menggunakan internet untuk menghibur jiwa dan raga kami yang telah sibuk terkekang.

Kok tiba-tiba jadi puitis ya?

5. Minum Air Putih Rutin

Sunnah Rasul yang cukup membantu kinerja kami saat menulis artikel. Minum air putih. Merangkai kata menjadi kalimat bisa membuat otakku menjadi tandus.

Inspirasi bisa saja terbakar dan hangus. Seteguk air mineral yang dialirkan melalui rahang dan menerobos masuk kerongkonganku bisa membuat imajinasi itu kembali terawang (walau cuma terjadi sesekali).

Oh, jangan contoh cara minum seperti di gambar. Bila yang sesuai sunnah, minum air harus sambil duduk, menggunakan tangan kanan, dan diawali dengan membaca Basmalah. Meminum sedikit demi sedikit jangan terburu-buru dan diakhiri dengan Hamdalah.

6. Olahraga

Sungguh, ini kebijakan yang membuatku lumayan bahagia. Tentu saja, karena di hari-hari yang lain selain Selasa dan Jumat aku hanya berkutat di depan laptop saja mengerjakan tugas artikel dan lain sebagainya.

Tak kurang hanya jari-jemari dan lengan tangan kesemutan yang bisa diregangkan sesaat. Dua hari dengan aktivitas tambahan ini paling tidak mencegah pengeroposan skill berlariku.

Aku hanya lebih suka memilih berlari untuk melemaskan semua otot yang menempel di tulang-tulangku. Aku bukan atlet lari. Hanya saja aku suka berlari dari kenyataan bahwa aku bukan atlet lari.

7. Menghafal Minimal 3 Ayat per Hari

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Cocok sekali. Menghafal ayat suci Al-Qur’an secara perlahan-lahan menurutku sangat pas untuk kondisiku sekarang. Belum terbiasa dengan kegiatan ini dan bahkan sebelum ini kau merasa jauh dari firman-Nya. Astaghfirullah. 

Semoga saja setelah aku wisuda nanti, aku bisa mencapai target utama di pondok ini yakni hafal minimal 2 juz dengan surat pilihan Ali ‘Imran dan Al-Kahfi. Tidak hanya itu, semoga kelak aku juga bisa menambah jumlah hafalan lagi hingga cita-citaku bisa tercapai. Aamiin.

8. Puasa Senin-Kamis

Sunnah yang diwajibkan. Kalimat itulah yang tepat untuk menggambarkan kebiasaan luar biasa di pondok Sintesa. Teknisnya, santri yang piket diharuskan bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan makanan untuk sahur.

Lalu, setelah makanan siap baru membangunkan santri lain yang masih tertidur. Tidak jarang ada beberapa santri yang juga bangun lebih awal untuk shalat malam.

9. Shalat Dhuha

Satu lagi sunnah Rasul yang diwajibkan di pondok ini, shalat Dhuha. Untuk kewajiban yang satu ini tak ada yang mengontrol seperti kewajiban lain seperti piket jaga dan kebersihan.

Yah, hanya kesadaran masing-masing santri. Terserah ia mau melaksanakan atau tidak. Aku pun sering diingatkan untuk Dhuha oleh teman santriku yang lain.


Yup, itulah pengalaman sederhana dengan kalimat-kalimat tak bermakna yang bisa aku bagikan kepada seluruh pembaca blog Vebrian.com. Terima kasih.

2 thoughts on “9 Kebiasaan Baru yang Aku Jalani Setelah Masuk Pondok Baru”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.